Author : Sca_06
Cast : Baekyeol
And you’ll find the other
Rate : M dikit lah(?)
Genre : Angst, sad ending, yaoi, de-el-el.
Pairing : BaekYeol, ChanSoo, HunBaek, KaiBaek, KrisBaek, Baek with other.
!!! Nb: usia Baekhyun 18 tahun, Chanyeol 43 tahun !!!
.
.
.
HAPPY(?) READING
#Flashback
Baekhyun. Namja mungil itu kini tengah gelisah -lebih tepatnya karena sesuatu yang dilakukan namja tampan di atasnya-. Ia kini di tingkat akhir sekolah menengah atas. Banyak hal yang tak diketahui olehnya. Termasuk salah satunya adalah yang dilakukan oleh namja tampan yang lebih tua darinya itu saat ini. Ini pertama kalinya...
“Appo- engh~”
Deru nafas memenuhi pendengaran keduanya. Mereka baru selesai dengan acara bergumulnya.
“Jangan pernah melakukan ini tanpa sepengetahuanku..” namja yang lebih tua itu berdiri, memakai kembali pakaiannya.
“Appa-” Baekhyun menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya
“Jangan memanggilku dengan sebutan itu! Kau bukan anakku.” Park Chanyeol mantan calon appa tiri bagi seorang Byun Baekhyun -setidaknya itu yang diketahuinya saat ini-. “Sepertinya kau dapat membantuku mendapatkan uang untuk melunasi hutang.”
Baekhyun menggenggam selimutnya erat. Ia sekilas dapat melihat Chanyeol menyeringai.
“Saengilchukae- appa~” Baekhyun bergumam, tak begitu terdengar..
#Flashback end
***
Baekhyun berjalan sedikit terseok menuju kelasnya. Hari ini terasa cukup ramai, mungkin Mr. Kim belum datang..
Zreeg-
Semua terdiam memandang Baekhyun yang berada didepan pintu. Baekhyun berjalan ke sudut ruangan, tempat dimana ia duduk.
“Sshh....” Baekhyun sedikit meringis. Ada rasa sakit tidak nyaman saat ia mendudukkan tubuhnya di bangku itu. Semua mata memandangnya, membuatnya tertunduk takut.
“Ya! Baekhyun apa kau ingin menarik perhatian dengan desahanmu itu eoh?”
“Apa kau bosan hidup?”
“Mungkin kau butuh perhatian dari semua orang disini”
“Dasar tidak berguna”
“Tidak tahu malu!”
“Aneh”
Baekhyun tidak terlalu mendengarkannya. Terbiasa sudah ia mendengar kalimat kalimat semacam itu dari mulut teman-teman sekelasnya.
9 jam kedepan ia akan menghabiskan waktu di sekolah dengan kata- kata kasar yang sering keluar dari mulut teman-temannya (lagi).
**
Jam pelajaran telah selesai, sekarang pukul 5 sore.
Drrt... Drrt...
Ponsel Baekhyun bergetar tanda pesan masuk.
From : Chanyeol Appa
‘Cepat pulang ada yang harus kau kerjakan’
Baekhyun sedikit mempercepat langkahnya.
Saat sampai di rumah ia melihat appanya sedang bersama seseorang. Usianya sekitar 42-45 seperti appanya. Baekhyun mendekat kearah appanya.
“Appa~”
“Ah! Ini dia. Anda dapat memakainya. Perjam tarifnya 200.000\. Jika kurang puas anda boleh memotong biayanya. Sesuai keinginan anda.”
“Aku tak menyangka tarifnya cukup tinggi juga. Dimana kamarnya?”
“Ah! Mari saya antar.” Chanyeol mengantar namja itu ke kamar tamu.
Baekhyun terpaku ia tak tahu apa yang dibicarakan appanya. Baekhyun masih berdiri pada tempatnya.
Beberapa menit kemudian Chanyeol menghampiri Baekhyun, lalu menariknya kekamarnya.
“Apa yang kau lakukan dengan jas sekolahmu? Kenapa kau hanya mengikatnya di pinggang?”
“I-i-tu... Eng- a-air...”
“Kemari” Chanyeol menghempaskan tas Baekhyun kelantai, lalu menariknya ke kamar mandi “Lepaskan bajumu”
“Y-ye?” Baekhyun terbelalak dengan perkataan appanya
“Aish~” Chanyeol langsung membuka seluruh pakaian Baekhyun dengan kasar
Baekhyun tak melawan sekalipun “Appa~”
“Balikkan badanmu”
Baekhyun berbalik menghadap cermin, menampilkan tubuh polosnya. Sepasang tangan menyentuh butt- nya, sejenak nefasnya tersengal “Akh~” tiga jari Chanyeol keluarmasuk dalam holenya “Engh~” sesuatu mengalir ke selangkangannya, lelehan sperma Chanyeol sisa tadi malam.
“Engh~” jari Chanyeol keluar bersamaan dengan lenguhan terakhir Baekhyun.
“Sepertinya sudah bersih. Basahi seluruh tubuhmu, lalu pakai ini. Ku tunggu diluar.”
Baekhyun berjalan mengekor dibelakan Chanyeol, mereka berjalan menuju kamar tamu. “Appa- Baekhyunie lelah... Baekhyunie ingin tidur...”
“Masuk kedalam. Selesaikan urusannya, lalu kau bisa tidur”
Tok.. Tok.. Tok..
Chanyeol mengetuk pintu beberapa kali, lalu membukanya. “Cepat masuk” ia mendorong Baekhyun masuk kedalam, “Turuti semua kata-kata tuan Lee. Ingat itu” lalu menutup pintunya.
**
Baekhyun berjalan ke tempat tidur, dimana tuan Lee duduk
“Selamat sore cantik. Siapa namamu?”
Baekhyun masih menunduk “B-byun B-aek-hyun..”
“Kau tahu yang kau lakukan?”
Baekhyun menggeleng cepat. “Appa bilang kalau ahjussi sudah selesai Baekhyunie boleh tidur..” Baekhyun terlalu polos mengatakannya “Baekhyunie lelah..” lanjutnya
Tuan Lee tersenyum, menarik Baekhyun duduk di pangkuannya “Jinjjayo? Kalau begitu Baekkie hanya perlu berbaring” Tuan Lee meraup bibir pink soft itu
“Mmph~” lenguhan pelan mulai terdengar. (Lebih mudah menulis nama Tuan Lee -Eunhyuk-). Eunhyuk membawa tubuh Baekhyun berbaring. Ia membuka penutup tubuh Baekhyun.
“Berapa usiamu?” Eunhyun memulin nipple Baekhyun
“Engh~” Baekhyun memejamkan matanya
“Apa kau ingin menggodaku dengan desahan itu?”
“Enghh~” Baekhyun menggeleng
“Baiklah jika itu maumu..” Eunhyuk meraih junior Baekhyun. Meremasnya kuat
“Nngaahhh!!”
4 jam berlalu, Eunhyuk kembali memakai pakaiannya, sejenak melirik tubuh polos yang terbaring telungkup diatas tempat tidur, telah tidur dengan lelapnya. Ia mendekatinya “Gomawo cantik. Kau sangat memuaskan..” kemudian mencium bibir Baekhyun sekilas. Ia merapikan sedikit jasnya, kemudian berjalan keluar menemui Chanyeol.
“Tuan Park, kau benar. Dia cukup memuaskan. Aku akan membayarnya 1.000.000 \. Untuk hari ini”
“Ne, gamsahamnida”
Keduanya berjabat tangan sambil tersenyum.
***
Wajah Baekhyun pucat, ia baru saja bangun. Semalam ia harus mengerjakan sesuatu pada seorang namja tua. Sepertinya teman Chanyeol appa itu berusia sekitar 50 tahunan. Tengah malam ia mengoral junior namja itu hingga beberapa kali orgasme, ia tak sempat makan malam. Kini bibirnya bengkak dan kering, wajahnya pucat, dan tubuhnya sangat lemas.
Baekhyun berjalan ke arah kamar Chanyeol appa
Tok.. Tok.. Tok..
Tak ada jawaban berarti. Desahan sangat keras terdengar dari dalam kamar. Berulang Baekhyun mengetuk pintu coklat itu, tapi tak ada tanda-tanda pintu itu akan terbuka dari dalam
“A-ppa-” suaranya lirih bahkan tak terdengar.
Baekhyun berjalan kedapur. Ia mengambil segelas air putih dari dalam lemari pendingin, sekedar membasahi tenggorokannya yang kering. Tangan Baekhyun bergetar saat ia menggenggam gelas. Ia mendudukkan tubuhnya di kursi makan, sesaat setelahnya ia menjatuhkan kepalanya di meja makan dengan tangan kirinya dipakai alas “A-ppa.. B-aek-hyunie la-par....” tangan kanan Beakhyun melingkar di atas perutnya.
Tap.. Tap.. Tap...
Suara langkah kaki tak begitu terdengar. Baekhyun tak bergerak dari posisinya
“A-ppa.. La-par...”
“Eung?” orang itu mendekat kearah Baekhyun “Baekhyun?”
Orang asing lagi, apa teman Chanyeol appa? Apa ia akan meminta Baekhyun berbaring di tempat tidur dan mendesah? atau meminta Baekhyun mengulum milik nya, dan mengeluarkan cairan pekat di mulut Baekhyun? Baekhyun mengangkat kepalanya sekedar memandang siapa namja itu. Namja mungil bermata bulat itu sepertinya mengenal Baekhyun.
“OMMO! Wajahmua pucat sekali. Apa kau sudah makan?”
Baekhyun menggeleng
“Tunggulah sebentar. Aku akan memasak untukmu”
Terlihat bagaimana namja mungil itu sibuk dengan peralatan dapurnya. Ia membuatkan Baekhyun bubur dan segelas susu.
“Kemari” namja mungil itu menegapkan duduk Baekhyun. “Aa~” ia dengan senang hati menyuapi Baekhyun.
Beberapa suapan terakhir. Baekhyun terlihat sedikit lebih segar “Ah-jussi.. Nugusindeyo?”
“Naneun? Do Kyungsoo imnida” namja bernama Do Kyungsoo itu tersenyum hangat
“Ahjussi akan menikah dengan appa?”
“Ye?” Kyungsoo sedikit terkejut dengan pertanyaan Baekhyun itu
“Umma dulu tidak sempat menikah dengan appa~” baekhyun sedikit menunduk “Kalau ahjussi menikah dengan appa, Baekhyunie titip appa ne? Baekhyunie percaya Kyungsoo ahjussi akan menjaga appa dengan baik”
Kyungsoo terdiam. Baekhyun memakan sendiri suapan terakhirnya. “Ahjussi, untuk makanannya- gomapseumnida” Baekhyun berjalan kembali kekamarnya meninggalkan Kyungsoo dengan keterpakuannya.
Kyungsoo masih tak bergerak. Ia tertegun dengan perkataan Baekhyun. ‘Baekie-ya.. Bahkan ahjussi tidak tahu apa Appa-mu akan melamar ahjussi atau tidak’
Puk!
Tepukan ringan di bahu Kyungsoo membuatnya tersadar dari lamunannya. Chanyeol melingkarkan tangannya pada leher Kyungsoo “Chagi-ah, wae? Kau melamun”
“A-ani.. Hehe.. Aku baru saja membuatkan bubur untuk Baekhyun. Channie ingin makan apa untuk sarapan?”
“Terserah padamu”
Cup! Kecupan ringan mendarat di kening Kyungsoo
“Baiklah aku akan membuatkanmu sesuatu. Tunggu sebentar ne~”
***
“FUCK! So.. Ti-ghtt h-holee.... Geezz.. Agh...”
“Akhh!! Anghh...haahhh...hagghh...”
Tubuh seorang namja kekar yang half naked tertelungkup di atas ranjang. Tubuh itu naik turun dengan indahnya, ada sesosok namja yang berada di balik tubuh kekar itu, tubuh mungil, lemah, tanpa perlawanan “Akhh.... Akhh......A-appo....” Mencoba menikmati yang dilakukan sang namja diatasnya. Tapi, tetap saja ia belum merasakan ‘sesuatu yang nikmat’ yang dikatakan namja itu padanya.
“Arghh... Se-sebentar-lagi.. Aghh...”
“A-ppo... Appeuda... Engh...”
“Eng- AAAGHH!!! Haahh...haahh...haahhh...”
Deru nafas Baekhyun mulai normal, ia menarik selimut untuk menutupi tubuh nakednya. Namja bertubuh kekar itu menatap lapar Baekhyun. Baekhyun melihat jam di atas nakas 04:38 AM.
“Kau tahu tubuhmu memang nikmat. Sesuai dengan uang yang akan ku berikan padamu. 200.000 \ perjam.”
“Ahjussi.. Bo-leh-kah Baek-hyunie pu-lang...? Ha-ri- i-ni B-aek-hyunie h-harus u-uji-an-...” Baekhyun sedikit tergagap, takut namja dihadapannya marah.
“Okey. Pakai seragammu. Aku akan mengantarmu ke sekolahan” namja itu tersenyum menyeringai.
**
Baekhyun sampai disekolah tepat waktu. Ia masih terdiam di kursi depan mobil sport itu.
“G-gamsa-hamn-” “Mmph!” namja itu meraih tengkuk Baekhyun, membawa bibir Baekhyun terbuai dalam ciuman singkat.
“Cheonma- manisku...” ia lelu melepaskan ciumannya.
Tanpa sadar ada yang memperhatikan Baekhyun dengan cara berbeda.
Baekhyun turun dari mobil itu. Berjalan sedikit pelan ke kelasnya, sebentar lagi ujian terakhir dilaksanakan.
Beberapa namja teman sekelasnya tengah menghadang jalannya.
“Baekkie..”
Tapi, bagaimanapun juga ia tetap berjalan melewati mereka
“Hey, tunggu manis..”
“Geezz..” Semua namja itu menyeringai menatap punggung Baekhyun
***
“Ugh~” Baekhyun memegangi perutnya. “Appo-”
Dengan diantar Kyungsoo, Baekhyun pergi kerumah sakit. Hampir 1 minggu ia sakit perut dan mual dipagi hari.
“Perkiraan sementara ia hamil muda. Tidak disarankan untuk menggugurkannya, karena akan berakibat fatal bagi anda dan aegi-nya”
Perkataan uisa bagai pukulan telak. Kyungsoo yang menelepon Chanyeol juga dapat bentakan keras dari namjanya itu. Chanyeol meinta Baekhyun menggugurkannya.
***
From : Chanyeol Appa
‘Hari ini kau ku jemput’
Baekhyun segera membersihkan buku-bukunya, memakai jaketnya lalu berjalan keluar kelas. Musim dingin akan segera datang. Dan Baekhyun yang alergi akan dingin telah merasakannya beberapa hari ini.
Baekhyun mengeratkan jaketnya. Gedung sekolah telah sepi, lorong-lorong semakin gelap. Ini baru pukul 7 malam. Di sepanjang lorong sampai Lobi depan, ia baru melihat 3-4 orang berjalan melewatinya.
Baekhyun berhenti di pintu depan, menunggu Chanyeol datang. Baekhyun hanya diam menunggu, sesekali ia menengok ke sekeliling
“Eung? Lepas,ya~” Baekhyun berjongkok membetulkan tali sepatunya yang terlepas
Tap.. Tap.. Tap.. Tap..
2 pasang sepatu kini berada di depan Baekhyun
“Waeyo?” Baekhyun berdiri menatap kedua namja di hadapannya. Mereka jauh lebih tinggi darinya.
“Baekkie~ popo...”
“Ye?” Baekhyun tak mengerti. Baru sekali mereka benar-benar bertatap muka, namja itu meminta ciuman Baekhyun.
“Baekkie-ya maukah kau bermain denganku malam ini?”
“Hng?” Baekhyun masih menatapnya bingung
“Baekkie-ya, kau memang polos, atau berpura-pura polos hm?”
Brumm....
“Baekhyunie harus pulang-” Baekhyun menunduk melewati kedua namja itu
“Kau mencium seorang ahjussi tadi pagi, dan itu- appa-ku-” ucap namja yang memakai seragamnya asal-asalan tanpa jas
Baekhyun hanya menghentikan langkahnya sejenak, lalu berjalan kembali
Baekhyun berjalan ke arah mobil itu “Appa- Baekhyunie ingin pulang-”
Chanyeol tengah berdiri di depan kap mobil “Ne. Aku tahu. Dan sekali lagi ku katakan, berhenti memanggilku appa.”
“Baekkie tunggu~”
Chanyeol menatap 2 orang namja yang tengah menghampiri Baekhyun itu.
“Baekhyunie mohon Appa-”
Chanyeol diam menunggu namja itu. Keduanya mengenakan seragam asal-asalan, hanya salah satunya tak membawa jas, dan yang satu meletakkan jasnya di bahu. Chanyeol masih belum membuka kunci mobilnya untuk Baekhyun.
“Apa Baekhyun punya masalah disekolah?” Tanya Chanyeol to the point
“Ahjussi tadi pagi aku melihat Baekhun berciuman di mobil Appaku-” namja itu mengadukan ulah Baekhyun pada Chanyeol
“Benarkah itu Baekkie?”
Baekhyun hanya diam menunduk.
“Jika kalian juga ingin menikmatinya, bayarannya cukup mahal”
Kedua namja itu tersenyum menyeringai menatap Chanyeol yang mulai menghisap rokok ditangannya
“Berapa? Kami hanya ingin ditemani 1 malam.”
“perjam 200.000 \. Tapi, untuk anak seumurmu, 150.000 \”
“Appa-” Baekhyun menarik-narik lengan baju Chanyeol.
“Setuju. Kai-ya ambilkan tasku.” namja yang tak memakai jas itu berkata pada namja lainnya
Mereka berdua berbincang-bincang sejenak sampai namja bernama Kai itu datang membawa tas milik namja itu
“Hari ini aku tak membawa banyak uang, jadi aku hanya bermain dengannya sekitar 8 jam. 1.500.000 \”
“Gomawo, aku tinggalkan Baekhyun bersama kalian”
Chanyeol mengambil tas Baekhyun, lalu menatap Baekhyun dalam
“jika sempat aku akan menjemputmu pukul 4 pagi besok.”
“A-ppa ta-tapi Bae-khyu-nie i-ngin pu-lang...”
Chanyeol tak peduli. Ia pergi membawa tas Baekhyun, meninggalkan Baekhyun bersama 2 namja itu
“Ayo sayang~”
Baekhyun menatap nanar mobil yang pergi menjauhinya.
**
2 orang namja tengah duduk di depan televisi, mereka baru saja menikmati acara menghangatkan diri, dan kini tengah berbaring saling berpelukan, dengan hanya menutupi tubuhnya sengan selimut tipis. Menikmati acara tv yang sempat mereka abaikan. Waktu telah menunjukkan pukul 3 pagi. Acaranya tak begitu menarik
“Channie~”
“Waeyo chagi?”
“Tadi pagi, saat aku membersihkan kamar Baekhyun. Aku menemukan sebuah flashdisk”
“Mungkin milik Baekhyun, untuk menyimpan tugas-tugasnya?”
“Disana tertulis ‘Luhan&Bacon’ ”
Chanyeol terdiam sejenak “Dimana kau letakkan Flashdisk itu?”
“Masih di meja Baekhyun..”
“Gomawo...” CUP! Chanyeol mengecup kening Kyungsoo lalu berjalan ke kamar Baekhyun
Chanyeol menancapkan(?) flashdisk itu pada komputer di kamar Baekhyun “Hannie~ kau kemanakan Bacon kita?”
Tidak ada yang aneh dalam flashdisk itu hanya terdapat 2 folder disana
Video Photo
Chanyeol membuka salah satu dari 3 video dalam folder
Beberapa detik, hanya tampak ruangan, seperti kamar bayi
“Hanie, kau bahkan tak membiarkanku melihat Uri Bacon waktu itu” Chanyeol mempuotkan bibirnya manja
Tak berapa lama muncul seorang namja cantik duduk di depan camera, ia tengah menggendong seorang aegi mungil.
“Hannie~”
‘Yeollie~ selamat pagi...’ namja itu tersenyum manis ‘Uri Bacon lahir lebih cepat, 1 bulan lalu.. Dia mirip denganku.. Lihatlah...’ namja itu memperlihatkan aeginya di depan camera ‘Aku belum mendapat nama yang pas untuknya.. Kkke~ Video ini.. Akan ku berikan padamu, segera... Sampai jumpa Yeollie.. Pai pai~’
“Kau sedikit gemuk.. Kapan kau membuat video-video ini Hannie? Kkke~” Chanyeol tersenyum, jari-jarinya lincah menggeser kursor, melihat video kedua. Ia mengambil gelas berisi air putih.
‘Yeolli~’ Namja cantik itu tersenyum ‘Sepertinya aku tak bisa mengirim videonya padamu, akhir-akhir ini Uri Bacon sangat rewel. Usianya hari ini 3 bulan. Dan aku belum mempersiapkan nama..’ namja cantik itu mempoutkan bibirnya lucu ‘Aku ingin bertanya pendapatmu tentang ini Yeollie..Pai-’
“Kau selalu berhenti di saat aku mulai menikmati videomu...” Chanyeol meneguk sesekali air di tangannya.
‘Mianhae.. Aku harus kembali lagi ke China, suamiku dipindah tugaskan’ namja cantik itu sendirian. Tak lagi bersama namja kecilnya.. ‘Aku akan sangat merindukanmu.. Oh,ya aku sudah mendapatkan nama untuknya.. Mianhae, karna aku tak bisa memberinya margamu.. Suamiku akan tahu.. Tapi, ini hanya diantara kita..’ namja cantik itu mengedipkan salah satu matanya.. ‘Namanya Park- Baekhyun’
PRANG!! Gelas di tangan Chanyeol jatuh seketika.
‘Mamma~’ ‘Baekhyunie sudah bangun?’ seorang namja kecil berjalan sambil mengucek matanya. ‘Yeollie, sekarang Baekhyunie usianya 5 tahun.. Mianhae.. Aku tidak memberimu kabar selama ini, tahun depan kami akan kembali ke Korea.. Sampai jumpa di Korea,Yeollie’ Namja cantik itu menatap namja kecil itu ‘Ucapkan hai pada Appa~’ ‘Nihao~ Baba~’ namja kecil itu tersenyum kearah kamera ‘Ani. Gunakan bahasa Korea sayang’ ‘Eung?NE! Annyeong Chanyeol Appa!!’ namja kecil itu tampak beersemangat meneriakkan nama Chanyeol Appa.
“A-ppa ta-tapi Bae-khyu-nie i-ngin pu-lang...”
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
-END-
RCL bagi yang mau :)