Author : Sca_06
Cast : HunHan
And other exo member
Rate :T until M
*HAPPY READING*
Sehun berjalan mundur, mendekati pagar pembatas, antara tempat yang sedang
ia pijak dengan udara bebas. Ya, ia sedang berada di lantai 4 gedung sekolahnya, dengan 5 namja tampan yang tengah menatapnya dengan deathglare yang sangat ia takuti.
"A..aku..tak..b..bermaksud..m..meny..nyakiti..nya..." ucap Sehun dengan sangat gugup, ia tau apa yang mereka maksud
"Bahkan kami belum mengatakan apapun OH SEHUN" Salah satu namja tampan itu tampak penekanan pada namanya.
~Flashback~
Seorang namja tampan tengah mabuk berat, ia menelepon seseorang untuk menjemputnya.
Seorang namja cantik kini memapahnya dengan susah payah.
"Kau merepotkan sekali" sejenak tersenyum kemudian kembali berucap "Tapi, aku tak keberatan" namja cantik itu terdiam kembali, kemana ia akan membawanya? Ia tak tau rumah namja tampan ini, dan ia tak akan membawanya ke rumah, jika diperhatikan namja tampan ini cukup manis, mungkin jika ia membawanya ke rumah namja itu akan 'dimangsa' oleh hyungnya -a.k.a Eunhyuk-
Namja tampan itu masih memejamkan mata, sesekali menggumam tak jelas. "Chagi-ah~ malam ini kita hanya berdua~ bagaimana jika hari ini kita habiskan waktu bersama?"
Wajah namja cantik itu berubah merah merona. Panas, seluruh tubuh namja cantik itu terasa panas. Ia hanya menundukkan kepalanya
~Skip~
Namja tampan itu-Sehun- tengah memeluk sang namja cantik dari belakang. "Aku hanya ingin bersamamu saat ini. Kumohon diamlah! Byun Baekhyun!" ucap Sehun dengan kasar.
Namja cantik itu terdiam bukan karna kata-kata Sehun, tapi.. 'Bahkan kau tak tau siapa aku..'
Sehun lalu mendorong perlahan tubuh namja cantik itu hingga berbaring di tempat tidur. "Biarkan aku memilikimu..untuk saat ini..aku tahu namja cantik itu tak akan menerimaku." sayup-sayup Sehun menampakkan air suci di sudut matanya.
'Apa yang ia sebut namja cantik itu adalah aku? Apa ia menyukaiku? Apa Sehun masih tak menyadari keberadaanku sekarang?'
"Se..Sehun.."
"Kau tahu..Xi Luhan.. Ia sangat populer di sekolah. Baekie hyung, kumohon bantu aku untuk melupakannya. Cukup sakit melihat nya bersama kelima namja itu. Mereka dengan mudahnya menyentuh Luhan, bahkan Luhan saja tak mengenalku. Baekie hyung" Sehun mempertipis jarak mereka "Jadilah milikku Baekie-hyung.. Aku berjanji akan mencintaimu selalu.. Dan akan mengganti nama Xi Luhan menjadi Byun Baekhyun di hatiku."
Namja cantik itu-Xi Luhan- terbelalak mendengar pengakuan yang terkesan telah melepaskan Luhan sepenuhnya, walaupun belum menjadi kekasih. Ia tak mengerti dengan apa yang telah terjadi. Apa ia harus senang atau sedih..
Luhan yang belum sepenuhnya sadar dengan apa yang terjadi kini kembali terkejut dengan hal lain lagi, sehun kini mendekatinya yang tengah tidur terlentang. Dan berhenti tepat dihadapannya-tepatnya diatas tubuh Luhan-. Tatapan Sehun seolah ingin menelanjangi Luhan.
"Se..Sehun..-s..ssi.." butiran air suci itu lolos dari sudut mata indah seorang Xi Luhan, saat Sehun melepaskan kancing kemeja seragam yang dikenakan Luhan. "Ja..ngan.." Luhan semakin terisak, ia menangis dalam diam "Ku..mohon.. ber...hen..ti" Hatinya menolak Sehun, tapi tubuhnya tak dapat bergerak melawan sentuhan dari seorang Oh Sehun. Tangan itu kini hanya dapat meremas seprai di bawahnya tak lebih. Ia menggigit bibir bawahnya, agar suara laknat nan terkutuk itu tidak keluar dari bibir manisnya.
"Ku..mohon.. Sehun.. Ahhh..sshhh.." Ia merasa lemah,& telah di lecehkan.
"Mianhae, Baekie hyung.. Kurasa aku mulai gila,sampai suaramupun..jadi terdengar mirip dengan Luhan sunbae-nim.."
Detik berikutnya terdengar desahan dari sang namja tampan, dan erangan kesakitan sang namja cantik. Dari sebuah kamar hotel. Ya, Luhan yang telah membawa Sehun ke Hotel bintang lima milik keluarga Wu.
Pagi itu.. Sehun bangun dari tidur lelapnya
"Ukh.. Ini dimana?"menyadari bukan kamarnya yang tengah ia tempati saat ini, tempat ini cukup rapi, sejenak terlihat biasa saja, sampai Sehun melihat baju seragamnya berada di lantai,& terkesan kasar saat melepasnya. Ia bngun terduduk masih tetap di tempat tidur "akh.." ia mendadak pusing "kepala..ku.." sedikit hilang rasa pusing itu, ia kembali mengedarkan pandangannya. Meratapi.. Banyak hal yang tidak ia ingat. Melihat celana dalam yang bertengger manis di ujung tempat tidur, tubuhnya yang hanya tertutupi selimut yang tipis berlukis bercak darah,&.. seorang namja tengah meringkuk disampingnya tubuh itu membelakanginya, dengan hanya menutup bagian privat sampai lutut dengan selimut yang sama dengannya,& bagian atas tertutup sebagian oleh kemeja yang tak di kancingkan, kemeja itu seragam sekolah yang sama dengannya.
Ia mengingat beberapa kejadian tadi malam.. Ia mabuk karna baru saja setelah pulang sekolah mendapati 5 namja populer dan tampan tengah mengerubungi seorang namja cantik yang telah mencuri hatinya 2 tahun ini.. Xi Luhan. Karna terlalu mabuk ia menelepon Baekie hyung untuk membawanya pulang, setelah itu ia tak ingat lagi
"Untuk apa hyung membawaku ke hotel, kenapa tidak langsung pulang ke rumah saja?" ia menatap kembali namja yang tengah tidur di sampingnya, tubuh itu sedikit lebih besar dari Baekie hyung,&..warna rambut itu.. tercat indah seperti milik Luhan sunbae. Sebelum ia membangunkan sosok namja di sampingnya itu, ia tersentak. Matanya kembali menyusuri kerah kemeja yang digunakan namja di sampingnya itu,tulisan yang tercetak di kerah baju namja itu 'L'. Hanya namja cantik sunbae-nim yang menggunakan nametag seperti itu di kerah baju..
"Mianhae.. Jeosonghamnida sunbae-nim.." Sehun meninggalkan namja cantik yang tak kunjung bangun itu, ia tak dapat melihat namja cantik itu lagi, ia terlampau jauh. Dan telah membuat sang namja cantik kotor. Ia hanya meninggalkan memo,lalu pulang, ia masih harus ke sekolah.
Mianhae.. Maafkan aku sunbae-nim, aku tak ingat yang terjadi semalam. Kau bisa meminta apapun padaku, menjadikanku pembantumu,membawakan setiap barang-barang yang kau bawa, atau apapun. Maafkan aku, aku hanya anak seorang sederhana, jangan menuntutku. Kita satu sekolah, kau bisa menemuiku setiap hari, aku tak akan kabur.
Sekali lagi maafkan aku..
..Oh Sehun..
Tanpa tahu bahwa mereka sedang diawasi, dari kamar hotel sebelah, seorang yeoja dengan pakaian serba hitam tengah mengambil gambar Sehun,yang meninggalkan Luhan sendiri.
Yeoja itu menyerahkan foto yang ia dapat seharian penuh pada anak pemilik hotel itu
~Flashback off~
Kelima pemuda itu tengah memandang sengit pada Sehun, terkesan mereka ingin memusnahkan Sehun dari dunia ini, menghilangkan jejak-jejak yang telah terukir oleh Sehun, membuat luka di hati namja cantik paling populer di sekolah.
"Kau tak seharusnya disini. Kau memang tak pantas disini"
"Apa kau belum mengerti juga eoh?"
Sehun tau yang mereka maksud adalah kejadian sebulan lalu, malam itu saat ia bersama Luhan. 'Tuhan.. Tolong aku, aku ingin pergi sekarang..' Sehun mengerti kalau ia sangat bersalah. Melihat Luhan yang selalu ketakutan saat melihatnya lewat, air mata yang hampir mengalir saat ia mencoba mendekati Luhan, walau saat itu ia hanya ingin minta maaf pada Luhan & cara Luhan yang selalu menatapnya penuh tanda tanya. Ia tau Luhan takut, & sampai sekarang pun ia belum ingat dengan jelas apa yang ia lakukan malam itu bersama Luhan. Bodoh, sangat bodoh.
"Kau tau seberapa takutnya Hannie-kami? Ia bahkan sampai tak ingin keluar kelas agar tak bertemu denganmu."
"Ia tak banyak bicara sekarang, sampai aku menemukan ini"
"..."
"Kau harus pergi secepatnya"
"..."
"Kenapa kau diam? Huh! Kau seharusnya malu, tak punya hati, bahkan setelah satu bulan kau masih bisa berdiri di hadapannya yang tengah ketakutan melihatmu" ucap seorang namja tampan lain, kemudian melempar satu per satu foto yang ada ditangannya ke hadapan Sehun.
Syok! Melihat banyak fotonya & Luhan malam itu, melihat sisi lain dari dirinya yang tengah mabuk, meniduri seseorang yang amat ia sukai dari dulu dalam keadaan tidak sadar, seorang namja cantik dalam cengkramannya, namja cantik itu tengah memohon, dengan air matanya..
Saat sebuah foto yang hampir terbang bebas ke udara,tepatnya jatuh tepat di belakang Sehun. Ia menangkapnya, takut foto itu terbang bebas ke bawah dan semua orang melihatnya. "AH!" Tapi, naas saat ia akan mengangkap foto itu, ia malah hampir jatuh ke bawah, sampai...
GREB!
Sepasang tangan memeluknya, hampir saja ia terjun bebas tanpa parasut, tapi ini yang di takutkan, seseorang memeluknya (menangkapnya) dari belakang 'Andwae! Kami-sama, help~'
Seseorang dari salah satu namja tampan bermarga Wu, memeluknya posesive, lalu meniup telinga Sehun dengan menggoda.
"Ssshhh...ahh...."
"Kau lebih manis jika dilihat dari dekat.. Dan kau cepat sekali terangsang.. Luangkan waktumu, mari bermain dengan kami.." Namja bername tag Wu Yi Fan itu menampakkan smirk-nya, lalu mendorong tubuh Sehun ke tumpokan foto yang di lempar Chanyeol "Sepertinya kita mendapatkan makan siang yang lezat"
"yeah! Kita akan terpuaskan"
"Memang percuma jika sudah sejauh ini tidak kita nikmati juga"
"Sebaiknya kita bawa ke ruang kesehatan, disana lebih nyaman"
Sehun terkejut, ia tak begitu paham dengan situasi seperti ini. Tapi, ini akan membuatnya semakin bodoh. Harus dikerjai Flower Boys setiap waktu mulai sekarang. Air mata yang hampir keluar itu di hapus oleh salah seorang namja tampan "Uljimaa.. Kami akan buat kau tak akan melupakan hari ini. Besok libur, tidak apa-apa jika kita bermain sampai puas" kata namja bermarga Kim itu.
"Mianhae, aku tak akan ikut dengan kalian, Minseokie akan marah jika aku melakukannya"
"Tumben sekali Chenie-a"
"Aku sedang tidak mood dengannya. Aku pergi sekarang, bye.." Chen pergi lebih dulu, setelah beberapa menit mereka putuskan menyeret Sehun ke ruang kesehatan
~SKIP~
"T..tung..gu..." Sehun tampak sangat ketakutan
Kris membuka seluruh kancing seragam Sehun
"Sehun-ah, kau memiliki tubuh yang kurus, cukup sexy.." Kai meraba dada Sehun perlahan turun ke perutnya
"..." Sehun terus menatap ke arah tangan Kai
"Tangan ini juga indah" Kris mengelus tangan itu, lalu menautkan jari-jarinya sangat kuat dengan jari-jari Sehun
"Dan juga lembut.." Lay juga melakukan hal yang sama dengan Kris
"..." wajah Sehun menampakkan ketakutan yang amat sangat. Ia beralih menatap kedua kaitan tangan itu
"Kau juga memiliki bibir yang sexy..." Chanyeol meraba bibir Sehun dengan telunjuknya
"..." Sehun menutup mulutnya yang sedikit terbuka
"Kau sungguh sangat manis" Chu~ Chanyeol melumat bibir Sehun, tangannya mencengkeram bahu Sehun agar Sehun tak bergerak
"Mmph.."
Tubuh Sehun telah berbaring diatas tempat tidur dalam ruang kesehatan itu. Tak menyadari tangannya telah terikat oleh selimut yang tersedia disana. Ia diam bukan karena menginginkannya. Akan tetapi mulutnya penuh oleh gagball "Aghh..gh..." hanya terdengar suara-suara yang tidak jelas
Skip-
"ahh-Akh...haahhh... Henti-khann.. Sunbae-nim.. Akhh.. Lepas-kan... Sa-kit.."
"ashh... Chagi-ahh..jgn tidur dulu.. Aku belum sampai,... ahh.."
"Ahsss... Sun.. bae.. ukhh..." entah keberapa kalinya Sehun orgasme.. Ia lelah. Sakit di sekujur tubuhnya tak bisa di tolerir lagi. Seharusnya memang ia tak berurusan dengan Flower Boys itu. Tapi, apa daya ia telah melukai Luhan sang ratu dari para Flower Boys dan semua namja tampan di sekolah.
"Yeah!! So tight.."
"eugh.." Sehun hampir menutup mata
***
"Sehun-ah... Aku ingin mengakui sesuatu.. Apa kau tau kenapa mereka menyebut ku Ratu?"
" ... " Tak ada jawaban.
"Sebenarnya aku tak terlalu menyukainya.." Luhan menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal, kemuadian tersenyum kaku "Sepertinya sudah jelas, namja cantik sepertiku, dengan tubuh mungil, dan semua yang kulakukan menurut mereka lucu. Aku tak begitu menyukai diriku sendiri. Flower Boys, mereka hanya ingin melindungiku dengan cara mereka tentunya... Tak sedikit orang yang ingin melakukan ‘itu’ padaku, kau tau bagaimana cara mereka memintanya? haha.." Luhan tertawa kaku "Sehun-a, jika kau tau apa yang selalu terjadi padaku sebelum Flower Boys datang.. Mungkin kau akan menjauhiku.. Itu terjadi setahun yang lalu. Setiap harinya ada seorang ahjussi yang menungguku di stasiun kereta api dekat rumah lamaku.. Seperti meminta jatah harian, membawaku ke kamar mandi,lalu ia meremas milikku dengan keras, sedangkan aku mengulum miliknya.. Ia sampai orgasme. Tapi, setiap aku hampir keluar, ia menahannya, menutup milikku dengan ibu jarinya, atau menghentikan aktivitasnya meremas milikku. Itu menyiksaku.. Membuatku tak bisa berjalan dengan baik & membuat ahjussi lainnya juga ingin menerkamku. Atau seorang namja yang selalu meremas pantatku saat di dalam kereta api. Dan kau tak akan bisa membayangkan, setiap pelajaran usai kepala sekolah memintaku memuaskannya, dan memberiku uang jajan tambahan.. Aku memang butuh uang, dengan cara yang benar tentunya, tidak seperti itu." Luhan memandang dalam wajah Sehun "Seakan aku boneka. Memaksaku berlaku seperti itu. Tapi, Flower Boys yang kemudian menolongku.. Kau, yang pertama melakukannya, Sehun-ah. Kau tau bagaimana rasanya.. Kau melakukannya denganku, tapi kau mengatakan hal yang menyakitiku. Sakit itu rasanya berkali lipat. Kau memanggilku Byun Baekhyun.." Luhan terdiam, menunduk... Ia menitihkan air mata
"Mi..an..mianhae... Sun..bae..." Suara parau terdengar di telinga Luhan, Sehun telah bangun dari tidurnya. Dan langsung mengalihkan pandangannya ke tempat lain. Perasaan bersalah itu masih membuat Sehun tak berani menatap Luhan
"K..kau.. bangun.." Luhan tersenyum, tanpa sadar memeluk Sehun.
Sehun membelalakkan matanya. Keduanya terdiam untuk beberapa saat. Luhan hanya terlalu bahagia. "K..kau bangun..."
Sehun terbelalak, ia tak menyangka Luhan akan memeluknya.
"Sehun-ah.. Mianhae.. Ini semua salahku, mianhae.. Karna aku kau jadi seperti ini.." Luhan hampir meneteskan air mata. Ia sangat senang Sehun bangun. Ia tak mengingat yang terjadi sebulan lalu
"A..aniya... Mianhae sunbae..."
"Sehun... Saranghae"
" ... " Sehun terdiam
"Saranghae... Jeongmal saranghaeyo..." Luhan menitihkan air mata bahagia, ia tersenyum masih memeluk Sehun. ‘Kuharap kau tak mendengarnya tadi’ batin Luhan
...END...
RCL bagi yg iklas :)
RCL bagi yg iklas :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar